Duduk dengan posisi W

posisi w 3

Posisi W sepintas terlihat tak membahayakan. Bahkan anak bisa dengan mudah melakukannya. Saat sedang duduk dan bermain atau tekun melakukan sesuatu, anak bisa duduk dengan posisi W. Tapi tahukah kalau posisi ini bisa membahayakan? Seperti yang dikutip dari popsugar.com, sebagian besar ahli terapi fisik menyebutkan kalau posisi W bisa membahayakan karena sejumlah faktor.

Pertama, karena bisa memberi tekanan berlebih pada otot inti (kumpulan otot yang berperan menstabilkan dan melindungi tulang belakang).

Kedua, karena bisa membuat otot kaki, lutut, dan pergelangan kaki mengencang.

Ketiga, bisa menyebabkan masalah sistem saraf karena otot bagian bawah terlalu divorsir sehingga nantinya kekuatannya bisa makin lemah dan sulit memberi support yang dibutuhkan tubuh. Secara umum, duduk dengan posisi W bisa menyebabkan gangguan tulang dan juga otot. Duduk dengan posisi W, maka sejumlah bagian tubuh seperti abduktor pinggul, urat-urat lutut, otot-otot pemutar bagian dalam, dan tumit bisa menerima terlalu banyak tekanan.

Dilansir dari davidwolfe.com, duduk dengan posisi W juga bisa menyebabkan terhambatnya perkembangan kontrol postur tubuh dan terhambatnya perkembangan kemampuan motorik halus. Dr. Eduardo Novais, dokter bedah ortopedi di Boston Children’s Hospital, seperti yang dilansir oleh today.com, menyebutkan bahwa saat masih anak-anak kita memiliki rotasi pinggul dalam yang lebih besar, sehingga duduk dengan posisi W ini dianggap bisa membuat lebih nyaman. Duduk dengan posisi W ini juga dianggap lebih stabil, lebih memudahkan untuk memutar badan atau menjangkau barang-barang di sekitar.
Biasanya anak usia 4 hingga 6 tahun yang lebih sering duduk dengan posisi W. Anteversi femoral (rotasi dalam di tulang pinggul) kemudian baru menurun setelah anak mencapai usia 8 tahun. Menurut dr. Jennifer Weiss, ahli bedah ortopedi anak di Kaiser Permanente, Los Angeles, duduk dengan posisi W tidak bahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *