Fakta Dari Makanan Berlabel ‘Sehat’

obesitas 3

Pernahkah mengalami kebingungan saat anak tidak mau makan atau terlalu pemilih?

Salah satu jalan yang biasanya dilakukan adalah memberikan asupan gizi melalui camilan-camilan, ketimbang makanan berat dalam porsi besar. Cara ini bisa menjadi alternatif untuk memenuhi gizi anak. Namun, sebelum memutuskan memberikan asupan gizi berupa cemilan pada anak, harus tahu bahwa tidak semua camilan yang tampaknya menyehatkan itu, benar-benar aman dikonsumsi anak-anak lho.

Minuman berenergi

Produk minuman berenergi tidak hanya diproduksi untuk orang dewasa. Beberapa perusahaan juga menciptakannya untuk anak-anak. Tetapi jangan tertipu oleh kandungan potasium dan sodium yang digadang-gadang mampu menggantikan elektrolit tubuh yang hilang. Karena menurut penelitian yang dimuat dalam parents.com, dalam botol seberat 20 ons minuman benergi, mengandung lebih dari 8 sendok gula!

Selai cokelat

Selai cokelat sangat umum menjadi isian roti tawar sebagai bekal sekolah. Faktanya, selai cokelat yang dijual di pasaran, sedikitnya mengandung 21 gram gula per paknya, atau sekitar 5 sendok gula. Padahal selama ini para orang tua mengandalkan selai cokelat untuk bekal sehat bukan?

Snack buah

Snack yang mengklaim dirinya mengandung sari buah alami, biasanya berwujud jelly atau gummy snack. Tak jarang kita menyelipkan sekantong jelly atau gummy snack ini sebagai bekal untuk anak. Padahal, biasanya snack-snack ini justru hanya mengandalkan konsentrat jus buah yang mana dibuat dari gula dalam jumlah banyak. Tidak ada kandungan buah di dalamnya!

Jus

Jus buah dan sayur memang menyehatkan, selama dibuat sendiri dari buah dan sayur sungguhan. Kebanyakan jus buah dan sayur yang dikemas dan dijual di supermarket mengandung konsentrat buah, gula dan pengawet. Rasanya yang manis, membuat anak-anak ketagihan dan dalam jangka waktu lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *