Balita Minum Teh

anak minum kopi 2

Minum teh sudah jadi kebiasaan tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sebagai orang dewasa bisa saja meminumnya setiap hari. Tapi bagaimana dengan balita, boleh nggak ya balita diberi minum teh?

Teh memang memiliki sejumlah manfaat ketika diminum. Mulai dari membantu melancarkan sistem pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko terkena berbagai jenis penyakit. Tapi cara tubuh orang dewasa dan balita menyerap dan merespon teh ternyata berbeda.

Dikutip dari thehealthsite.com, Dhvani Shah, seorang ahli naturopati dan gizi menyatakan bahwa teh bukan minuman yang menyehatkan untuk balita. Pada tubuh balita atau anak, teh yang dikonsumsi bisa mengganggu proses penyerapan kalsium, sehingga bisa mengakibatkan malcalcificationdan defisiensi kalsium. Konsumsi teh yang terus menerus pada balita bisa mempengaruhi otak, otot, sistem saraf, dan pertumbuhan strukturnya.

Balita yang mengonsumsi teh bisa mengalami sejumlah efek samping, seperti:
1. Kepadatan tulang yang makin rapuh.
2. Kekuatan otot yang melemah.
3. Susah konsentrasi yang membuatnya rewel dan mengalami gangguan perilaku.
4. Badan sakit semua, khususnya anggota badan bagian bawah.

Menambahkan susu atau biskuit pada teh untuk dikonsumsi balita juga kurang disarankan. Kenapa? Karena kandungan protein casein pada susu bisa bercampur dengan protein katekin yang ada di teh. Efek sampingnya bisa menyebabkan kecanduan teh dan kecanduan di umur berapa pun, termasuk di bawah umur lima tahun itu sama sekali tidak sehat.

Memilihkan dan membuatkan makanan serta minuman yang sehat untuk anak memang agak rumit. Dan aturan pertama yang perlu dipatuhi adalah memilihkan makanan serta minuman yang berbahan alami tanpa tambahan pengawet atau zat-zat kimia berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *