Pentingnya Imunisasi Rubella

anak suntik

Jangan sepelekan anak jika terus-terusan rewel. Coba perhatikan, apakah si kecil rewel disertai menggulatkan tubuhnya sambil menjulurkan lidahnya? Jika ya, harus berhati-hati si kecil mengalami Congenital Rubella Syndrome (CSR). Kondisi yang membuat tumbuh kembang anak terlambat. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan otak dan dapat terjadi kekakuan pada tubuh.

Sebab biasanya ketika anak menggulat, kita banyak beranggapan si kecil begitu lucu, atau ketika si kecil tidur dengan kepala mendongak. Padahal si kecil sedang merasa tidak nyaman karena tubuhnya yang kaku.

Dr. Caessar Pronocitro, spesial anak menjelaskan, infeksi rubella disebabkan oleh rubella virus, bisa menginfeksi individu di usia berapa pun. Gejalanya terdiri atas demam, ruam kulit, bisa juga nyeri sendi pada anak yang lebih besar. Penyakit ini bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri seiring dengan dibersihkannya virus oleh daya tahan tubuh.

Yang lebih berbahaya bila infeksi rubella terjadi pada wanita hamil, karena virus bisa menembus plasenta. Ini juga bisa menginfeksi janin dan menyebabkan kelainan yang berat. Biasanya berupa gangguan perkembangan otak, katarak, ataupun kelainan jantung.

“Kalau terinfeksi rubellanya setelah lahir maka tidak berat. Tetapi kalau infeksinya saat di dalam kandungan maka gejalanya berat saat bayi lahir,” ujar dr. Caessar saat dihubungi tim Vemale.com.

Karena itulah, dr. Caessar menyarankan untuk melakukan imunisasi vaksin Maesles Rubella (MR) yang dapat melindungi dari infeksi rubella. Vaksin ini begitu bermanfaat bagi anak agar tidak terinfeksi rubella, serta saat anak sudah besar maka saat hamil nantinya juga tidak terinfeksi rubella.

“Vaksinasi rubella penting agar seorang individu tidak terinfeksi rubella, baik saat masih kecil maupun saat nanti telah dewasa dan mengandung anak,” tambahnya.

Nah, baiknya ketika seorang wanita sedang merencanakan kehamilan, dr. Caessar menyarankan untuk konsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan, mintalah untuk cek TORCH (toxoplasma, rubella, CMV, herpes). Jika terbukti negatif, baru rencanakan kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *