Daun Pegagan

manfaat daun pegagan

Di setiap daerah nama dari daun pegagan ini berbeda – beda. Misalnya di daerah Jawa yang di sebut dengan pacul gowang, rending, gagan – gagan, dan kerok batok. Di Riau di sebut dengan pegago, kaki kuda. Sunda di sebut antanan. Di Aceh di sebut pegaga. Di Batak : di sebut ampagaga. Di bali daun pegagan ini di sebut dengan taidah. Di Madura di sebut kos tekosan, dan masih banyak lagi daerah – daerah lain yang memiliki sebutan nama dari daun pegagan yang sangat berbeda – beda.

Penyebaran Tanaman

Penyebaran daun pegagan ini di mulai dari Samudra India sampai dengan ke daerah – daerah tropis di daerah – daerah tropis di Asia, terutama tumbuh di negara Indonesia, pesisir pantai timur Madagaskar, Mauritius, dan Reunion.

Ciri – ciri tanaman

Tumbuhan herba dengan batang horizontal, setiap ruas keluar akar dan juga akan menjalar di tanah. Daun pegagan ini merupakan haerba tahunan tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan juga stolon – stolon yang merayap dengan panjang 10 cm – 80 cm. Daun pegagan memiliki helai daun tunggal,dan bertangkai dengan panjang sekitar 5 cm – 15 cm berbentuk ginjal, dan sedangkan pada pangkal daun pegagan berbentuk pelepah.  Tepi dari daun pegagan ini bergerigi, dengan penampang 1 cm – 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 – 10 helai daun, terkadang juga sedikit berambut. Daun pegagan ini juga memiliki bunga yang ada 2 warnanya yaitu putih dan juga merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung tunggal, sebanyak 3 sampai 5 bunga bersama – sama keluar dari ketiak daun, tangkai bunga memiliki 5 mm – 50 mm. buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong atau pipih panjang 2 – 2,5 mm, dan lebarnya kurang lebih 7 mm dan tinggi kurang lebih 3 mm, berlekuk 2, memiliki warna kuning kecoklatan dan juga berdinding sedikit tebal, baunya harum dan rasanya pahit. Akar yang keluar dari setiap banggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Tanaman daun pecut kuda ini terdapat di seluruh Indonesia, tanaman ini menyukai tanah yang agak lembap dan juga cukup untuk mendapatkan sinar matahari seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Terkadang juda di tanam sebagai penutup tanah di beberapa perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalap), terdapat di daerah dengan ketinggian tidak lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *