amandel bengkakKasus amandel bengkak bisa menurukan kecerdasan pada anak  Selain maka akan mengganggu perkembangan anak. menurunkan kecerdasan, juga bisa timbul komplikasi tak ringan, bahkan menularkan penyakit pada orang lain.

Sering kita mendengar tentang penyakit amandel, dari cerita ibu-ibu, teman kerja, kerabat, atau yang lain. Katanya, jika anak sering minum es, makan cokelat, dan sebagainya, nanti bisa kena penyakit amandel. Kalau sudah begitu, biasanya anak jadi bodoh, tak mau makan, sering demam, sering nyeri menelan sehingga amandel bengkak bisa menurunkan kecerdasan pada anak  Katanya lagi, untuk sembuh harus dioperasi.

Tanggapan orang tua pun beragam jika anaknya dicurigai kena penyakit amandel. Ada yang tak peduli bahkan menganggap sepele, ada pula yang langsung panik. Sebenarnya, apa sih, penyakit amandel? kenpa bisa menurunkan kecerdasan pada anak, Benarkah penyakit ini bisa membuat anak jadi bodoh? Bagaimana pula penangannya? Berikut ini penjelasan ahlinya.

PENGENAL JENIS KUMAN

Amandel atau dalam istilah ilmu kedokteran disebut Tonsil adalah bagian dari organ tubuh yang berbentuk bulat blonjong menyerupai bakso, melekat pada dinding kanan-kiri dari tenggorok. Jadi, di tenggorok ada dua buah amandel. Jika si kecil diminta membuka mulutnya lebar-lebar, kita bisa melihat amandel itu di tenggorok.

Sebenarnya masih ada satu amandel lagi yang disebut adenoid, terletak di rongga belakang hidung. Tentu kita tak bisa melihatnya secara langsung karena letaknya yang tersembunyi.

Setiap anak pasti punya amandel karena memang diperlukan oleh tubuh. Pada dasarnya, amandel merupakan bagian dari sistem yang membentuk kekebalan tubuh manusia (sistem imunitas). Pada bayi baru lahir, kekebalan tubuhnya masih sangat lemah, karena kekebalan yang diwariskan ibunya amat sedikit. Hingga, untuk pertahanan tubuhnya, bayi harus membentuk kekebalannya sendiri yang disesuaikan dengan jenis-jenis penyakit yang ada di lingkungan sekitarnya.

Biasanya sebagian besar penyakit yang akan menyerang manusia ditularkan lewat udara pernafasan atau makanan. Baik udara pernafasan maupun makanan yang masuk ke tubuh manusia, keduanya pasti lewat tenggorok yang biasanya terletak di amandel.

Selanjutnya tubuh akan membuat kekebalan sesuai informasi yang diberikan oleh amandel, disebut imuno-globulin. Mungkin  pernah mendengar istilah IgA (imuno-globulin A), IgG, IgM. Itulah sistem kekebalan yang dibentuk oleh tubuh anak untuk menghadapi penyakit yang akan menyerangnya.

Jadi, pada saat kanak-kanak, amandel diperlukan untuk giat bekerja. Tak heran bila akan terlihat amandelnya besar.

KECERDASAN MENURUN

Menurut http://www.mayoclinic.com/ yang jadi masalah, jika amandelnya terlalu besar (hipertropi) karena berarti sudah merupakan penyakit. Sebab, amandel yang terlalu besar akan menghalangi makanan dan udara yang lewat tenggorok. Padahal, makanan yang cukup diperlukan untuk pertumbuhan badan anak dan organ tubuh; sedangkan otak juga perlu oksigen yang cukup dari udara pernapasan untuk keperluan metabolisme.

Amandel yang menghalangi jalan makanan akan menunjukkan gejala sulit makan pada anak. Jika dipaksakan, maka akan muntah. Jika anak sulit makan, pertumbuhan tubuhnya akan terhambat. Hingga, bila dibandingkan dengan anak lain seusianya, akan terlihat lebih kecil.

Sedangkan amandel yang menghalangi jalan napas, menunjukkan gejala mendengkur pada anak saat tidur. Bahkan yang berat, anak tiba-tiba terbangun dan tergagap-gagap saat tidur lelap akibat sulit bernafas. Hal ini terjadi karena saat tidur lelap, otot-otot tenggorok menjadi sangat rileks hingga amandel yang sudah terlalu besar itu akan menutup tenggorok secara total. Akibatnya, jalan napas pun tertutup.

Tertutupnya jalan napas ini selain menimbulkan gejala tadi, juga menyebabkan anak kekurangan oksigen. Akibatnya, jaringan tubuh dan otak tak bisa berfungsi maksimal. Itu sebabnya, anak yang amandelnya terlalu besar akan terlihat lesu, lemas, kurang aktif, dan suka mengantuk. Daya pikirnya pun akan terganggu lantaran otaknya tak bisa berfungsi maksimal, hingga kecerdasannya bisa menurun.

SARANG INFEKSI

amandel bengkak pada anakSelain amandel yang terlalu besar, amandel juga bisa menjadi sarang infeksi atau dalam ilmu kedokteran disebut fokal infeksi. Bila dilihat dengan mikroskop, pada amandel terdapat banyak kantong-kantong yang disebut kripte. Kripte ini dilapisi oleh kulit yang tebal. Penyakit yang terbawa udara atau makanan dapat masuk dan bersarang di sana hingga menjadi sarang infeksi.

jika badan lemah; mungkin akibat badan lelah, makan es batu atau makanan lain yang merangsang, sarang infeksi di amandel akan menyebarkan bakteri ke sekitarnya, hingga terjadilah infeksi akut. Anak menjadi demam, nyeri tenggorok, batuk, dan tak mau makan. Hal ini akan selalu terjadi berulang walaupun telah berobat secara rajin ke dokter. Mengapa? Karena memang sarang penyakitnya ada di amandel.

AMANDEL BENGKAK BISA MENULAR

Jika amandel tak bermasalah, nantinya akan mengecil sendiri tanpa perlu dioperasi. Namun bila bermasalah, seperti sudah diuraikan di atas, akan menghambat jalan napas dan makanan karena amandelnya terlalu besar. Hingga, bila tak dioperasi, akan lebih besar kerugiannya daripada manfaatnya.

Belum lagi jika timbul komplikasi seperti abses pada amandel atau tenggorok (tonsil/peri tonsiler abses), congek (otitis media), sinusitis, bronchitis, dan sebagainya. Bahkan dapat menyerang organ penting tubuh lainnya yaitu jantung (penyakit jantung rematik) maupun ginjal (glomerulo nephritis akuta).

Selain itu, amandel dengan sarang infeksi dapat menularkan penyakit pada anak kepada teman atau saudara dekatnya. Penyebaran terjadi lewat udara pernapasannya. Jadi, bila penderita amandel dibiarkan tak diobati dengan benar, bukan tak mungkin dapat menular ke anggota keluarga yang lain, seperti adik atau kakaknya.

ADENOID MEMBUAT TULI

Pada adenoid, masalah yang kerap dijumpai juga ukurannya yang berkembang terlalu besar hingga menyumbat jalan napas lewat hidung. Akibatnya, anak jadi bernapas lewat mulut.

Bila ini berlangsung lama, akan mempengaruhi pertumbuhan wajah dan rahang atas. “Langit-langit tumbuh lebih cekung ke atas, gigi rahang atas akan maju atau mronggos, dan mulut selalu terbuka hingga wajah anak terkesan seperti anak bodoh. Wajah demikian ini dinamai wajah adenoid.

Selain itu, adenoid yang membesar juga akan mendesak saluran eustacheus hingga menjadi tersumbat. Akibatnya akan terbentuk cairan di ruang telinga tengah dan selanjutnya menyebabkan tuli ringan. Maka jangan heran bila anak dipanggil atau diajak bicara akan kurang memberikan respon.

Berikut penjelasan mengenai Amandel Bengkak  Menurunkan Kecerdasan pada Anak, semoga bermanfaat :). Jika anda membutuhkan informasi lainnya silahkan hubungi kami di 08123536872.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *