Radang amandel merupakan infeksi (radang) tonsil (amandel) yang disebabkan virus. Biasanya diderita anakusia 5-15 tahun. Amandel dibedakan menjadi 2; amandel akut dan amandel kronis. Disebut amandel akut jika penyakit berlangsung kurang dari 3 minggu dan amandel kronis jika terjadi 7 kali atau lebih dalam setahun, atau lima kali selama dua tahun, tiga kali setahun secara berturut-turut.

Penyakit radang amandel memang menyerang siapa saja. Namun fakta yang sering ditemukan adalah Radang amandel sering terjadi pada anak, ini disebabkan sekitar 50 % pada anak memiliki kelenjar amandel yang dapat mengalami pembesaran dan beberapa dianataranya telah meradang.

Amandel yang terletak pada organ mulut bagian belakang ini sebenarnya memiliki fungsi yang cukup baik sebagai penyaring organisme berbahaya seperti virus dan bakteri yang masuk ke tubuh melalui mulut dan hidung. Amandel atau dalam ilmu kedokteran disebut Tonsil jika mengalami peradangan, maka sistem imun dalam tubuh akan mengeluarkan anti bodi untuk melawan virus dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada amandel.

Penyebabnya pun hampir sama dengan amandel yang di alami oleh orang dewasa, namun jika perbedaannya pada salah satu jenis bakteri, seperti bakteri streptokokud beta hemolitik A dan H influenzae. Jika Radangan amandel disebabkan oleh bakteri tersebut, dapat diobati dan dicegah dengan pemberian antibiotik. Selain bakteri yang menyebabkan radang amandel, yaitu jenis virus yang menjadi faktor penyebabnya. Radangan amandel, yakni Epstein-Barr atau adenovirus dan coxsackie.

Gejala
Gejala amandel antara lain; penderita merasa tegorokan terasa kering, atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher), nyeri saat menelan (nelan ludah atau makanan dan minuman) sehingga menjadi malas makan, nyeri dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga. Gejala lain berupa demam, sakit kepala, kadang menggigil, lemas, nyeri otot disertai batuk, pilek, suara serak, mulut berbau, mual, kadang nyeri perut, pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar limfe) di sekitar leher. Terkadang penderita tonsilitis (kronis) mendengkur saat tidur (terutama jika disertai pembesaran kelenjar adenoid (kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung).
Gejala tersebut dapat diketahui jika si penderita melakukan pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.
Pengobatan

Tidak ada cara khusus mencegah radang amandel. Namun beberapa tips di bawah ini membantu untuk menghindarkan diri dari amandel;
1. Mencuci tangan sesering mungkin mencegah penyebaran mikro-organisme yang dapat menimbulkan tonsilitis.
2. Menghindari kontak dengan penderita infeksi tanggorokan, setidaknya hingga 24 jam setelah penderita infeksi tenggorokan (yang disebabkan kuman) mendapatkan antibiotika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *