Gejala dan Penanganan Radang Amandel

 

radang amandel berpotensi timbulkan komplikasi

Tonsil atau yang biasa di sebut dengan amandel ini adalah dua buah kelenjar getah bening yang terletak di kedua sisi kiri dan kanan belakang tenggorokan. Amandel adalah salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh anda yang megandung sel – sel antibodi untuk menjebak dan juga membunuh bakteri dan virus  patogen dalam perjalanan memasuki tubuh anda.

Tonsilitis adalah peradangan pada amandel sehingga amandel menjadi bengkak, agak memerah, melunak dan memiliki bintik – bintik putih di permukaan amandel. Pembengkakan pada amandel ini bisa di sebabkan karena terjadinya infeksi dari bakteri atau virus.

Ada banyak sekali virus yang dapat menyebabkan terjadinya tonsilitis, yang paling umum yaitu virus Epstein – Barr dan juga virus Coxsackie. Sedangkan bakteri, di antara bakteri yang menyebabkan tonsilitis, kelompok streptokokus A adalah yang paling umum.

Mengapa amandel terinfeksi?

Karena fungsi dari amandel atau tonsil sebagai benteng pertahanan terhadap infeksi, amandel sangat sekali rawan terkena infeksi. Tetapi, fungsi amandel tersebut kian menurun saat remaja dan dewasa. Itulah mengapa radang amandel jarang di jumpai pada orang dewasa. Radang amandel paling umum dan sering terjadi atau sering di jumpai pada anak – anak usia 3 sampai 7 tahun.

Penyembuhan dan Komplikasi

Bila tidak terjadi komplikasi, biasanya tonsilitis atau radang amandel hanya berlangsung sekitar beberapa hari dan hilang sendiri tanpa pengobatan. Karena infeksi di sebabkan oleh virus maka tonsilitis dapat berlangsung lebih lama hingga hitungan minggu.

Terjadinya komplikasi karena bila adanya infeksi sekunder di telinga tengah atau sinus. Streptokokus A bahkan dapat menyebar melalui tubuh dan menginfeksi organ – organ vital, khususnya adalah jantung. Hal yang seperti ini dapat menyebabkan kerusakan permanen, yang dapat mengakibatkan penyakit jantung di masa depan.

Kemungkinan bisa terjadi komplikasi lain dari tonsilitis adalah abses peritonsillar (quinsy). Ini bisa terjadi ketika sekelompok bakteri terdorong oleh pertumbuhan jaringan baru. Abses ini tidak berada di amandel lagi tapi di salah satu sisinya. Tidak seperti tonsilitis sederhana, quinsy cenderung di rasakan pada satu sisi tenggorokan. Jika ada pasien dengan kondisi yang seperti ini sering sekali terlihat memiringkan kepala ke satu sisi untuk mengurangi rasa sakit yang sedang di rasakan. Quinsy terjadi pada sekitar 1 dari 3.000 orang per tahun dan lebih sering terjadi pada remaja dengan radang amandel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *