Tonsilitis

mengetahui gejala amandel dan pengobatannya

Tonsilitis adalah nama sebuah penyakit yang biasa di sebut oleh masyarakat banyak yaitu radang amandel. Tonsilitis merupakan peradangan pada tonsil, tonsil itu adalah nama lain dari amandel. Tonsil platina atau amandel berjumlah sepasang, merupakan massa yang berbentuk oval yang terdapat di samping dalam tenggorok. Sedangkan bentukan tonsil ini normal yang ada pada semua orang.

Penyakit tonsilitis ini dapat terjadi secara akut, kronik mau pun exaserbaasi akut pada tonsilitis kronik. Struktur mikroskopi tonsil sangat erat sekali hubungannya dengan fungsinya yang sebagai organ kekebalan tubuh. Epitel kripte bekerja sebagai sistem imun untuk antigen yang masuk ke dalam tubuh anda dengan melalui udara pernapasan dan yang di makan. Tonsil atau amandel dapat juga mengalami hipertrofi akibat infeksi yang berulang – ulang.

Tonsilitis yang sudah akut dapat di tandai dengan gejala yang timbul yaitu nyeri pada tenggorokan, yang terkadang juga di sertai dengan nyeri yang menjalar hingga sampai ke telinga, demam tinggi, rasa ada yang mengganjal saat menelan minuman atau makanan, suara serak, bahkan juga tidur mendengkur apabila infeksi yang terjadi sudah meluas hingga ke peritonsil (area sekitar tonsil).

Sedangkan denga lokasi anatomi tonsil sangat berkaitan erat dengan penyakit pada tuba eustachius / telinga bagian tengah dan sinus, sehingga infeksi pada tonsil tak jarang menjalar sampai hidung dan juga telinga.

Straight EC et al, 2015 meneliti paparan rokok pada anak meningkat kan angka tonsilektomi pada anak dengan indikasi radang berulang pada tenggorok. Ada juga penelitian lain di lakukan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makanan yang anda makan dengan resiko tejadinya tonsilitis, dan dalam penelitian ini di dapatkan hasil yang bermakna, jenis makanan mempengaruhi infeksi berulang pada amandel.

Apakah pada penderita tonsilitis harus selalu di lakukan operasi?

Jawabannya adalah tidak. Operasi di lakukan pada tonsilitis kronik dengan :

  1. Lebih dari 7 episode dalam 1 tahun
  2. Lebih dari 5 episode dalam 1 tahun. Selama 2 tahun observasi
  3. Setiap episode di sertai gejala :
  4. Demam >38.3ºC
  5. Pembesaran kelenjar leher >2 cm
  6. Eksudat pada tonsil
  7. Hasil kultur bakteri streptococcus beta hemolitikus
  8. Obsructive sleep apneu (terutama pada anak)
  9. Cor pulmonale (akibat OSA)
  10. Abses peritonsil
  11. Curiga keganasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *