Mendidik Anak Sholat

anak sholat 4

Anak yang malas menjalankan shalat, itu sejatinya berpulang pada orangtuanya. Mereka sebenarnya sejak bayi melihat kita sebagai panutannya.

Jika waktu shalat tiba, Anda bukan hanya menyuruh, tapi mengajak anak menjalankan shalat. Jika ia bermain, panggilah, minta kerelaan temannya, atau bahkan sekalian meminta teman-temannya melakukan shalat dirumah masing-masing.

Matikan atau hentikan semua hal yang bisa membuat anak lalai shalat. Anda harus tegas, entah televise, entah sedang main gadget, main hape, sedang baca komik, mendengarkan music, sedang berbincang dengan teman, anggota keluarga dan lainnya.

Beri reward atau hadiah, untuk anak TK atau Paud atau bahkan SD, jika bisa menjalankan shalat 5 waktu selama sebulan penuh, maka ia akan mendapatkan hadiah.

Minta guru disekolah, atau guru ngaji atau bahkan kepala sekolah untuk bekerjasama dengan program ini. Semisal secara berkala mengingatkan untuk shalat, atau memberi penghargaan jika menjalankan shalat 5 waktu dalam beberapa waktu.

Beri buku bacaan yang mengingatkan mengenai shalat, yang melaksanakan mendapatkan pahala dan yang tidak mendapat siksa. Dogma anak dengan hal tersebut, sembari memberi pengertian jika shalat itu bukan pilihan atau kewajiban dan kebutuhan.

Jika anak sudah mulai remaja, setingkat SMP jika ia bermain dengan teman-temannya sampai jauh, mari diingatkan dengan entah SMS, WA, atau ditelpon setiap hari setiap saat dan setiap waktu. Jangan ragu dan malu untuk melakukannya.

Apabila anak tak bisa dinasehati dengan kata-kata, maka halal untuk memukulnya saat usia mereka sekitar 9 tahun keatas. Ini sebagai shock terapi jika shalat itu bukan pilihan dia untuk mengerjakan atau tidak.

Perkara shalat ini bukan perkara kecil, namun sangat urgent. Prihatin jika melihat anak-anak, remaja bahkan banyak orang dewasa dengan mudahnya meninggalkan shalat saat tak ada perhatian dari orangtuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *