Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan

 

bedug (1)

Wahai kaum muslimin, hendaknya kita mengetahui bahwa salah satu nikmat di tundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya.

Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi dia menutupi aib kita, memaafkan dan juga menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan.

 

Ketidaksiapan yang Berbuah Pahit

Imam Abu Bakr Az Zur’I rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib anda waspadai. Salah satunya adalah

اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ

yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Dengan adanya ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan juga terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak tersebut merupakan hukuman atas ke tidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah Nampak di depan mata.

Ketahuilah, Allah ta’ala tidak menyukai keberangkatan mereka dan Dia lemahkan mereka, karena tidak ada persiapan dan juga niat mereka yang tidak lurus lagi. Tetapi, bila seorang bersiap untuk menunaikan suatu amal dan ia bangkit menghadapAllah dengan kerelaan hati, maka Allah terlalu mulia untuk menolak hamba yang dating menghadap-Nya.

 

Persiapan Amal Shalih dalam Menyambut Ramadhan

Bila anda ingin kebebasan dari api neraka di bulan Ramadhan dan juga ingin di terima amalnya serta di hapuskan dosanya, maka harus ada bekal yang anda persiapkan.

Harus ada persiapan! Dengan begitu, tersingkaplah ke tidak jujuran orang-orang yang tidak mempersiapkan bekal untuk berangkat menyambut Ramadhan. Oleh karena itu, dalam ayat di atas mereka di hukum dengan berbagai bentuk kelemahan dan kehinaan di sebabkan ke engganan mereka untuk melakukan persiapan.

 

Jangan Lupa, Perbarui Taubat

Taubat menunjukan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengurangi Ramadhan.

Taubat yang di butuhkan bukanlah seperti taubat yang sering anda kerjakan. Anda bertaubat, lidah anda mengucapkan “saya mohon ampun kepada Allah” akan tetapi hati anda masih lalai dan setelah mengucap kata tersebut, dosa itu akan terulang kembali. Namun, yang di butuhkan adalah totalitas dan kejujuran taubat.

Wahai kaum muslimin, mari kita persiapkan diri kita dengan memperbanyak amal shalih di bulan Ramadhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *