Demam Tinggi Saat Hamil?

pendidikan saat hamil 2

Penulis: Febi Anindyakirana

Bagi kamu yang sedang hamil, kamu perlu ekstra menjaga kesehatan ya. Karena ternyata, sakit yang mungkin kamu anggap sepele seperti demam, ternyata juga bisa memberi pengaruh besar terhadap kesehatan bayi yang kamu kandung, bahkan hingga ia dilahirkan.

Menurut sebuah penelitian, mengalami demam tinggi saat hamil, terutama selama trimester kedua, bisa meningkatkan risiko melahirkan anak autisme. Mengobati demam dengan obat acetaminophen bisa membantu melindungi bayi, tapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Para peneliti dari Columbia University menuliskan dalam jurnal kesehatan Molecular Psychiatry bahwa terjadinya autisme berhubungan dengan paparan infeksi semasa kehamilan ibu.

Karena demam jadi semacam respon infeksi dan penyakit pada tubuh, peneliti ingin mengetahui pengaruh suhu tinggi selama kehamilan, dan juga pengaruh penggunaan obat untuk menurunkan demam pada bayi dalam kandungan.

Peneliti mempelajari 100 ribu ibu dan anak-anak yang mereka lahirkan antara tahun 1999-2009 di Norwegia. Sebanyak 16% wanita dilaporkan mengalami demam paling tidak sekali selama hamil dan hasilnya, anak-anak antara usia 3-7 tahun dideteksi memiliki gangguan spektrum autisme.

Di luar faktor lain seperti kebiasaan merokok, usia ibu saat hamil dan kehamilan sebelumnya, ibu yang mengalami demam saat hamil punya risiko hingga 34% melahirkan bayi autisme dibanding ibu hamil yang tak pernah demam selama hamil. Bukan hanya itu, jika demam terjadi selama trimester kedua, risikonya semakin tinggi yaitu sebesar 40%. Dokter belum yakin apa sebabnya, namun diduga risiko semakin tinggi di trimester kedua karena pada saat itulah bayi mengalami perkembangan dan pembentukan di bagian otak. Meski begitu, peneliti juga mengatakan bahwa kemungkinannya masih relatif kecil dan masih butuh penelitian lebih lanjut.

Tapi alangkah baiknya jika kamu juga menjaga betul kesehatan tubuh saat hamil ya ladies agar bayi terlahir sehat dan bisa tumbuh dengan normal dan bahagia. (vem/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *