Tips agar anak menuruti kata orang tua

640xauto-mengantar-anak-ke-sekolah-pertama-kali-dari-bahagia-hingga-drama-140715g

Orang tua punya cara yang berbeda-beda dalam berkomunikasi dengan anak. Ada yang dengan cara agresif, pasif, dan ada juga yang asertif. Cara kita sebagai orang tua berkomunikasi dengan anak mempengaruhi cara anak mendengar dan menuruti kata-kata kita.

Agar anak mau menuruti kata kita, sebaiknya hindari cara yang menggunakan bentakan atau nada suara yang meninggi. Meski susah tapi kita perlu tetap mengendalikan diri saat berkomunikasi dengan anak. Berikut sejumlah tips sederhana agar anak mau menuruti kata-kata orang tuanya dengan baik.

Pikiran anak-anak sering tidak fokus. Banyak hal yang bisa dipikirkan, mulai dari soal teman-temannya, sekolah, dan hal-hal lainnya. Untuk mendapatkan perhatian anak, sebutkan dan panggil namanya dengan nada positif dan biasa. Bakal butuh waktu beberapa saat sampai kita bisa mendapat perhatian anak sepenuhnya. Di sini kita memang harus bisa benar-benar bersabar. Saat perhatian anak sudah kita dapatkan, baru kita sampaikan pesan yang ingin kita berikan pada anak.

Sebisa mungkin hindari penggunaan kata jangan, nggak boleh, dan sejenisnya. Seperti yang dilansir oleh familyshare.com, agar anak merasa percaya diri dan nyaman, kita perlu menggunakan kata-kata yang positif. Jelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh anak. Misalnya, “Tolong bawa piring-piring kotor ini ke bak cucian, ya. Terima kasih.” Hindari menggunakan kata/nama panggilan yang membuat anak tak nyaman.

Dekati anak, usahakan posisi sejajar dengannya (kita bisa menunduk atau berjongkok), lalu tatap matanya. Tapi jangan terlalu terlihat mengancam. Cara ini untuk memastikan kita akan menaruh perhatian sepenuhnya saat kita berkomunikasi dengan anak. Anak-anak pun akan lebih nyaman saat orang tua yang mengajaknya bicara berada dekat dengannya.

Asertivitas merupakan suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Berkomunikasi dengan anak pun, kita juga perlu bersikap asertif. Gunakan kalimat dan nada yang jelas, positif, dan padat. Sebagai contoh, “Setelah selesai membereskan mainan, Adik boleh nonton TV atau main di luar.” Jelaskan pada anak soal apa yang harus mereka lakukan, apa alasan mereka, dan bagaimana mereka bisa menyelesaikannya.

Cara berkomunikasi dengan anak memang perlu teknik dan metode khusus. Semoga cara yang kita pilih saat berkomunikasi dengan anak bisa memberi dampak positif bagi tumbuh kembangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *