Sering kali orangtua bingung dalam menghadapi anak yang didiagnosa untuk operasi amandel atau tonsil. Seringkali terjadi perbedaan pendapat antara pendapat dokter anak yang seringkali untuk menunda operasi karena berbagai macam alesan medis tetapi lain hal dengan pendapat dokter THT untuk segera melakukan operasi amandel karena berbagai alasan medis. Hal ini wajar terjadi dalam setiap keputusan dan tindakan dokter, seringkali kasus yang terjadi perbedaan pendapat. Karena setiap kasus berlatar belakang dalam kondisi yang berbeda. Tindakan medis dokter selalu memakai indikasi medis dengan rujukan evidence base medicine (kejadian ilmiah berbaris bukti atau berdasar penelitian). Kondisi pasien dan kepentingan pasien.

Seringkali terjadi pada penderita Alergi.
Pada penderita alergi seringkai mengalami infeksi berulang karena alergi tidak dikendalikan dan mengakibatan daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang infeksi saluran nafas. Khususnya tonsillitis atau amandel. Jika terjadi infeksi batuk, pilek atau demam dan seringkali berulang setiap bulan bahkan sebulan dua kali, maka yang paling sering terjadi adalah tonsil membesar atau yang seringkali disebut amandel dan menggangu pernafasan dan gangguan tidur. Pada kasusnya, saat alergi maka daya tahan tubuh membaik sehingga resiko untuk terjadi infeksi saluran napas yaitu batuk, pilek, demam (infeksi tenggorokan, tonsilitas) semakin berkurang. sebaliknya jika alergi sulit dikendalikan maka infeksi berulang akan sering terjadi mengakibatkan salah satunya tonsil membesar (amandel).

Tonsilitas atau penyakit Amandel
Tonsilitis atau Amandel. Tonsilitis adalah infeksi (radang), tonsil (amandel) pada umumnya disebabkan oleh mikro-organisme (bakteri dan virus). Tonsillitis terbagi menjadi dua, yaitu tonsillitis akut dan tonsillitis kronis.
• Tonsillitis akut brlangsung kurang dari 3 minggu, sedangkan
• Tonsillitis kronis jika infeksi terjadi 7 kali atau lebih dalam setahun, atau 5 kali selama 2 tahun.

Komplikasi dari yang ringan hingga yang mengancam ke gejala subyektif pada pasien berupa rasa nyeri pasca bedah dapat saja terjadi .
Gejala dan Tanda :
Bisanya keluhan yang dirasakan oleh penderita Tonsilitis, yakni :
1. Tenggorokan terasa kering atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher)
2. Nyeri saat menelan (nelan ludah ataupun makanan dan minuman)akibatnya penderita malas makan
3. Nyeri bisa menjalar ke sekitar leher dan telinga
4. Demam, sakit kepala, menggigil, lemas, nyeri otot
5. Batuk, pilek, suara serak, mulut berbau, mual, kadang nyeri perut, pembesaran kelenjar adenoid (kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung)
6. Pada pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumapai bercak putih pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.

Dan tidak semua keluhan dan tanda di atas diborong oleh si penderita, hal ini karena keluhan bersifat individual dan kebanyakan para orang tua atau penderita akan ke dokter ketika mengalami keluhan demam dan nyeri telan.

Pencegahan
Tidak ada cara khusus untuk mencegah infeksik tonsil(amandel). Secara umum bahwa pencegahan ditunjukan untuk mencegah tertularnya infeksi rongga mulut dan tenggorokan yang dapat memicu terjadinya infeksi tonsil, yakni :
1. mencuci tangan sesering mungkin untuk mencegah penyebaran mikro-organisme yang dapat menimbulkan tonsillitis.
2. menghindari kontak dengan penderita infeksi tenggorokan, setidaknya hingga 24 jam setelah penderita infeksi tenggorokan (yang disebabkan kuman) mendapatkan atibiotik.

Kapan Perlu di Operasi
Operasi Tonsilitis perlu dilakukan jika memenuhi syarat-syarat berikut :
Indikasi Absolut :
1. Tonsil (amandel) yang besar dan mengakibatkan gangguan pernafasan, nyeri saat menelan, gangguan saat tertidur atau sudah terjadi komplikasi penyakit.
2. Tidak menunjukan perbaikan dengan pengobatan. Dan pembesaran tonsil yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan wajah atau mulut yang terdokumntasi oleh dokter gigi bedah mulut.
3. Tonsil yang mengakibatkan demam.

Indikasi Relatif :
1. Jika mengalami tonsillitis 3 kali atau lebih satu tahun dan tidak menunjukan respon sesuai harapan dengan pengobatan medikamentosa yang memadai.
2. bau mulut atau bau nafas tak sedap.
3. tonsillitis kronis atau tonsillitis berulang yang diduga sebagai carrier kuman sterptokokis yang tidak menunjukan respon positif terhadap pengobatan dengan antibiotik.
4. pembesaran tonsil di salah satu sisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *