Alasan mengapa bertengkar di depan anak tidak perlu di lakukan

bertengkar 4

Berdebat dengan pasangan adalah hal wajar. Tapi perdebatan yang berujung pertengkaran? Hmm, tunggu dulu. Jika memang pertengkaran tidak dapat dihindari, tapi bukan berarti melakukannya di depan anak. Tahukah, jika pertengkaran yang mereka lihat, akan mengganggu pola pikir anak.

Berikut adalah alasan mengapa tidak seharusnya bertengkar di depan anak-anak. Yuk, simak penjelasannya sebagai berikut.

Alasan pertama  tidak seharusnya bertengkar di depan anak adalah dampak psikis yang disebabkan. Anak akan berpikir orangtua mereka tidak lagi saling menyayangi, hal ini akan menimbulkan trauma dan rasa sedih yang mendalam. Ia pun akan berpikir dia tidak akan mendapat kasih sayang lagi dari orangtuanya.

Untuk menghindari pertengkaran, anak akan memilih untuk menghabiskan waktu di luar rumah. Jika hal ini terus dilakukan akan merasa jauh darinya. Dia tidak lagi dekat. Tentu, tidak ingin hal ini terjadi bukan?

Anak lebih mudah meniru apa yang dilihatnya. Maka saat bertengkar di depannya, ia akan meniru dengan berkata kasar dan keras. Anak akan lebih mudah melupakan emosinya bahkan dapat melukai orang lain.

Orang tua adalah panutan bagi anak, maka sewajarnya jika anak selalu melihat apa yang dilakukan orang tua di hadapan anak. Jika sering bertengkar di depannya maka tidak mungkin jika anak akan menjadi tidak memiliki empati. Dia akan cuek dengan sekitarnya dan tidak peduli.

Tidak hanya berpengaruh pada psikisnya, anak yang terlalu sering mendengar orang tua bertengkar nilai akademisnya akan turun. Prestasinya akan turun, karena ada rasa takut dan tidak dapat berkonsentrasi dengan baik.

Jika memang ada yang dipermasalahkan lebih baik bicarakan dengan tenang. Bertengkar tidak akan menyelesaikan masalah justru akan menambah masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *