Bahaya Yang Ditimbulkan Radang amandel

raRadang amandel timbul akibat amandel sudah tidak mampu lagi melawan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Gejala radang ditandai dengan membengkaknya amandel dan sakit pada tenggorokan saat menelan, dan pada beberapa kasus penderita sampai kesulitan bernapas.  Penyakit radang amandel umumnya tidak berbahaya, tetapi penderita tetap disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila gejala radang amandel berlangsung lebih dari 4 hari. Jika dibiarkan terus menerus dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, radang amandel bukan tidak mungkin dapat menimbulkan sederet komplikasi seperti di bawah ini.

Tonsil atau yang biasa kita sebut amandel merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan. Amandel sendiri berfungsi menyaring kuman, bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui udara, makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari – hari.

Gejala Radang Amandel atau tonsilitis :

 

  1. Amandel berwarna merah dan membengkak
  2. Terdapat bercak putih atau kuning pada amandel
  3. Sakit tenggorokan
  4. Sakit saat menelan
  5. Demam
  6. Bau mulut
  7. Sakit pada area sekitar leher
  8. Suara serak
  9. Kesulitan untuk bernapas

Berbahayakan penyakit radang amandel? Radang amandel akut yang tidak terlalu parah biasanya berlangsung sekitar 4 – 6 hari, sedangkan untuk radang amandel kronis bisa terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama.

Jika dibiarkan saja dan tidak diobati dengan baik penyakit tonsilitis atau radang amandel kronis bisa menyebabkan komplikasi.

Bahaya yang ditimbulkan radang amandel :

  1. Abses peritonsil

Jika infeksi bakteri radang tenggorokan atau radang amandel tidak diobati dan ditangani dengan baik akan menyebakan infeksi berulang dan  terjadinya abses peritonsil. Abses peritonsil tersebut ditandai dengan adanya benjolan berisi nanah yang tumbuh di dekat benjolan tonsil atau amandel. Abses peritonsil ini juga dapat membuat penderitanya  kesulitan untuk membuka mulut sepenuhnya, menelan makanan atau air, dan menimbulkan bau mulut.

Selain benjolan yang bernanah, radang amandel juga menimbulkan gejala  lain seperti demam tinggi hingga menggigil, bengkak di area sekitar leher dan wajah, sakit tenggorokan, sakit telinga di area sisi amandel yang meradang, dan suara serak.

Penyakit ini dapat diobati dengan pemberian antibiotik untuk radang tenggorokan atau bisa juga dengan cara melakukan mengangkat nanah dalam benjolan di dokter spesialis THT

  1. Infeksi telinga

Bahaya lain dari radang amandel yang tidak diobati dan ditangani dengan tuntas juga bisa menyebabkan infeksi sekunder pada bagian telinga tengah.

Amandel yang membengkak dapat diakibatkan oleh infeksi. Ketika amandel mengalami pembengkakan ukurannya akan membesar akan memudahkan virus dan bakteri untuk masuk ke telinga.

Lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis THT untuk mengobati infeksi di telinga. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes telinga, pereda nyeri, atau antibiotik untuk mengtasi infeksinya.

  1. Sleep apnea

Amandel yang membengkak terjadi akibat adanya infeksi, kondisi tersebut bisa menyumbat saluran pernapasan dan menganggu pernapasan normal. Jika tonsilitis atau radang amandel dibiarkan saja, bisa menyebabkan komplikasi serius seperti sleep apnea. Sleep apnea adalah kondisi di mana pernapasan bisa berhenti dalam waktu singkat atau napas menjadi dangkal saat tidur, biasanya ditandai dengan tidur mendengkur.

Jika penderita mengalami sleep apnea, pengobatan yang disarankan adalah melakukan tindakan operasi tonsilektomi, yaitu operasi pengangkatan amandel.

  1. Glomerulonefritis

Glomerulonefritis atau yang dikenal dengan radang ginjal bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus penyebab radang amandel.

Bakteri yang menginfeksi tonsil ini bisa masuk ke dalam aliran darah, kemudian menyerang glomeruli yang merupakan layar penyaringan kecil di ginjal yang berfungsi untuk mengeluarkan kotoran dari darah hasil penyaringan.

Glomerulonefritis atau radang pada ginjal ini dapat menyebabkan urin berdarah, paru-paru basah,  peningkatan tensi darah (hipertensi, serta pembengkakan pada pergelangan kaki dan mata.

Untuk mengurangi peradangan yang terjadi, biasanya dokter akan memberikan obat kortikosteroid.

  1. Demam rematik

Demam rematik ini sering sekali terjadi pada anak-anak yang sedang mengalami radang amandel. Demam akibat radang amandel ini terjadi karena adanya infeksi bakteri Streptococcus yang merupakan penyebab dari strep throat atau radang tenggorokan.

Selain demam, komplikasi akibat radang amandel ini juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami ruam, sakit perut, radang pada sendi dan kelelahan.

Demam rematik ini dapat diatasi dengan pemberian obat antibiotik untuk melawan bakteri dan obat anti peradangan untuk mengurangi nyeri pada sendi. Antibiotik tersebut perlu dihabiskan sesuai dengan dosis yang telah disarankan dokter.

Pada kasus berat, komplikasi tonsilitis ini juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami peradangan di katup jantung, sehingga untuk demam reumatik ini membutuhkan bantuan medis sesegera mungkin.

Penanganan yang tepat sangat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi amandel. Dokter biasanya akan memberikan resep berupa antibiotik dan obat pereda nyeri. Operasi pengangkatan amandel nantinya mungkin perlu dilakukan jika kondisi radang amandel menyerang secara berulang – ulang, seperti lebih dari 5 kali dalam setahun dan penderita semakin sulit untuk menelan serta sulit bernapas.

 

 

Silahkan coba juga lamandel sebagai obat amandel yang alami. Telah digunakan oleh ribuan anak di seluruh Indonesia.