Desa Bebas Asap Rokok

Terkadang memang ada yang merasa terganggu dengan asap rokok, misal ada seorang yang merokok di sekitar orang yang memang tidak merokok atau bukan perokok. Kalau sesama perokok mungkin sudah menjadi suatau hal yang benar – benar sudah sangat biasa baginya, tapi bagaimana dengan yang tidak merokok? Pastinya sangat menggangu si tidak perokok ini, bahkan lebih bahaya lagi perokok pasif dari pada perokok Aktif.

Di bawah ini aka nada sedikit ulasan tentang Desa bebas asap rokok di Indonesia, di antaranya adalah :

NoSmoking

Nagari (Desa) Sitiung merupakan desa pertama di Indonesia yang terbebas dari asap rokok. Desa yang terletak di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, ini melarang warga desanya untuk merokok. Jika ada warga yang tertangkap sedang merokok di sembarang tempat akan di berikan sanksi yang tegas dari desa.

Desa ini tidak hanya melarang warganya untuk merokok, Pemerintah Nagari Sitiung juga memberikan penghargaan kepada warganya yang semula atau awalnya merokok dan menyatakan untuk tidak merokok lagi.

Wali Nagari atau yang biasa di sebut kepala desa Sitiung, Syarifuddin, yang di temui seusai memberikan penghargaan kepada warganya yang telah berhenti merokok, mengatakan, pemerintah desan dan warganya telah sepakat untuk membuat peraturan desa,yaitu larangan merokok bagi warga di sembarang tempat dan menetapkan kawasan bebas asap rokok.

 

Jauh  di sebuah Kampung Bulaksari 7 di ceruk Kecamatan Mampir, Surabaya, suasana begitu tenang pada siang hari. Kelihatan beberapa orang suri rumah sedang memampatkan surat kabar lama, kotak – kotak serta beberapa ikat naskah majalah di laman rumah. Mereka akan membawa ikatan – ikatan kertas – kertas lama ini ke pecan untuk segera di jual yang kemudan hasil penjualan lusuh ini akan di salurkan ke dalam dana untuk membangun kampong mereka.

Di suatu kawasan lain kelihatan sekumpulan lelaki sedang membersihkan longkang, memotong rumput serta menanam pokok bunga sebagai hiasan.

Seluruh Surabaya dan sekitar Jawa mengetahui tetangga Bulaksari 7 begitu teguh perpaduan antara mereka. Setiap bulan ada saja pertemuan antara tetangga untuk bertukar pandangan bagaimana untuk mengindahkan lagi persekitaran kampong mereka. Malahan, di kampung ini terbinanya sebuah warung yang di beri nama ‘Gotong Royong’ yang dijual adalah makanan yang perolehannya di gunakan utuk membeli peralatan seperti cangkul, benih pokok, sabit, dan berbagai peralatan lain kegunaan penduduk kampung.

 

Untuk warga perokok, secangkir kopipanas biasanya belum cukup untuk menghangatkan tubuh mereka di daerah ketinggian yang berhawa dingin. Rasa menggigil seolah baru bisa hilang jika merokok. Tetapi, sugesti seperti itu tidak berlaku di kalangan warga desa Bone-bone, kecamatan Baraka, kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan,yang berlokasi di kaki Gunung Latimojong, 1.500 meter dari permukaan laut. Suasana anti rokok begitu terasa saat memasuki desa yang berpenduduk 801 jiwa tersebut.

Tanda larangan merokok terpampang jelas pada baliho besar tepat di gerbang masuk desa Bone-bone, sekitar 300 km sebelah kota Makassar. Sejumlah papan berisi larangan merokok dan imbauan untuk menjaga kesehatan juga menghiasi sudut-sudut desa seluas sekitar 800 hektar.

 

Memasuki salah satu desa di pinggiran Gunung kidul sebelah barat. Tepatnya desa Ngunut, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung kidul, di sambut sebuah gapura bertilisan kawasan di larang merokok. Tetapi larangan itu hanya berlaku di tempat-tempat public atau yang menghadirkan banyak orang di mana terdapat juga orang – orang yang tidak merokok. Hak dari non-perokok di seda ini sangat di hormati. Tapi juga masih toleran terhadap pecandu rokok yang belum bisa meninggalkan kebiasaan buruknya.

 

Itulah beberapa desa di Indonesia yang menjadikan desa kawasan bebas asap rokok. Semoga dapat menambah pengetahuan anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *